Make your own free website on Tripod.com


 

Liputan Utama

Rapat Karya
"Bukan Sekedar Pastoral Kegiatan, Melainkan Pe-MAKNA-an atas Karya Pastoral"
~ bagian 2 ~

Pengantar dari Redaksi : Setiap tahun paroki kita menyelenggarakan Rapat Karya Umat Paroki. Tulisan dari Romo Natalis Pr, Pastor Paroki kita ini, merupakan refleksi dari Rapat Karya (RAKA) yang diselenggarakan tgl 20 November 2011 yang lalu, melengkapi tulisan Romo Samuel Pengestu Pr pada dua edisi Warta Teresa sebelumnya..

Tulisan Bagian 1 : Rapat Karya (Raka) merupakan refleksi bersama umat PITC, dalam upaya mewujudkan cita-cita menjadi komunitas alternatif bagi masyarakat sekitarnya sebagai paguyuban umat beriman yang berbagi dan merakyat di bumi Cikarang. Sebagai sebuah refleksi bersama, kegiatan ini menjadi gerak bersama seluruh umat dengan mau terlibat bukan hanya rutinitas tanpa makna yang dijalani setiap tahunnya sebagai "pastoral kegiatan" atau annual report belaka.

Arah Dasar KAJ yang Tertuang Dalam Lingkaran Pastoral

Di bawah tuntunan dan dorongan Roh Kudus, Umat Allah Gereja Katolik di KAJ mencita-citakan terwujudkan : Iman yang mendalam kepada Yesus Kristus, menumbuhkan sikap persaudaraan sejati, dan berbuah pada pelayanan kasih bagi sesama. Dalam usaha mewujudkan cita-cita tersebutGereja Paroki Ibu Teresa Cikarang mengaplikasikannya dalam berbagai tata pelayanan pastoral yang telah diupayakan selama ini melalui berbagai Strategi Pastoral yang disemangati oleh spiritualitas GEMBALA BAIK dan MURAH HATI, yang meng-HADIR-kan "komunitas alternatif (kontras)" di bumi Cikarang.

Dalam hal Pemberdayaan Lingkungan terlihat jelas dari tidak adanya struktur wilayah. Pengurus lingkungan menjadi penggerak dan perpanjangan tangan Dewan Paroki (PGDP). Lingkungan mengembangkan Sub Lingkungan, Lingkungan menjadi tempat dimana Bina Iman Anak dan Remaja diselenggarakan, Penata Umat dan Kolektan juga Prodiakon ada di lingkungan, kegiatan doa dan pendalaman iman pun dilakukan di lingkungan, termasuk pula Misa Lingkungan (minimal 2x setahun untuk tiap lingkungan). Lingkungan menjadi ujung tombak sekaligus tempat dimana tata pelayanan pastoral dilaksankan.

Sensus dan update data umat secara berkala, baik yang berupa data umat paroki, data kegiatan paroki dan data pelayanan sakramental, merupakan bentuk konkret Pastoral Berbasis Data yang dilakukan secara team work oleh Tim Data di tingkat Paroki-Lingkungan-Sub Lingkungan. Dari data yang ada inilah kita mempelajari dan mengevaluasi tata pelayanan pastoral paroki dalam Rapat Karya, bukan sekedar laporan pastoral kegiatan melainkan dimaknai sebagai sarana mencapai tujuan pelayanan pastoral secara tepat.

 

 

 

Dengan bersumber pada data yang lengkap dan akurat paroki dapat memetakan konteks masyarakat sekitar dan kebutuhan umat, maka dibuatlah Pastoral Kontekstual yang memberdayakan berupa Balai Latihan Kerja yang memberdayakan rupa Balai Latihan Kerja (Kursus Bahasa Inggris, Kursus Komputer dan juga kursus pemberdayaan lain- nya) dan melibatkan umat untuk berperan aktif dalam pelayanan Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) yang dikelola oleh paroki.

Gambaran tentang Gereja yang diutus juga perlu bahkan harus mengembangkan semangat umat dalam bidang Kerasulan Awam pada tingkat basis lingkungan untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan kemasyarakatan (RT-RW lingkungan kemasyarakatan), sehingga tidak beriman yang sekedar "jago kandang" tetapi mampu menghadirkan Kerajaan Allah bagi masyarakat sekitar dengan semangat berbagi dan merakyat. Harapannya Gereja sebagai paguyuban umat beriman di bumi Cikarang, sungguh menjadi komunitas alternatif yang kehadirannya dikenal "berani tampil beda" dan memberi makna bagi masyarakat di sekitarnya.

Untuk mewujudkan berbagai tata pelayanan pastoral ini dibutuhkan cara kerja tim yang dapat berlangsung secara berkesinambungan. Oleh karenanya paroki membuat Tim Kerja Paroki untuk bidang Human Resource Development yang dikenal sebagai "Tim Pengembangan Talenta dan Kaderisasi" (PTIK) supaya membantu dalam bidang Kaderisasi, Training for Trainer dan pemberdayaan pada tingkat paroki-lingkungan-sub lingkungan.

Dengan melihat pemaparan di atas menjadi jelaslah bahwa dalam kontekshidup menggereja di Paroki Ibu Teresa Cikarang rumusan Arah Dasar tersebut telah tertuang secara konkret dalam lingkaran pastoral yang menjiwai seluruh alur Rapat Karya, yaitu melalui refleksi atas ke empat bidang pastoralnya :

Bersama dalam bimbingan Roh Kudus, melalui Raka ini kita merefleksikan dan bertanya : "Sudahkah selama ini kita mewujudkan visi-misi paroki dalam tata pelayanan pastoralnya ? Bahkan lebih dari pada itu, apakah segala kegiatan yang dijalankan sungguh berMAKNA dan berARTI bukan sekedar pastoral kegiatan belaka ?" Tidaklah mudah memang untuk menjawabnya, namun spiritualitas Ibu Teresa nyatanya telah memberi begitu banyak inspirasi bagi kita untuk menjawab hal ini - khususnya dengan semangat "Melakukan Hal Kecil dengan Cinta yang Besar".

"Do Small Things with Great Love"

Bukan besarnya suatu kegiatan, atau pun seberapa banyak hal yang kita lakukan, melainkan justru dari segala sesuatu itu bermakna dan berarti atau tidak, dan ukurannya adalah apakah itu didasarkan cinta kasih yang sejati. Kadang sesuatu yang kecil dan sederhana kurang begitu diperhatikan, bahkan seringkali diabaikan atau justru tidak dikehendaki kehadirannya, namun bukankah dari yang kecil ini sesungguhnya memiliki kekuatan yang luar biasa jika sungguh dilakukan dengan cinta yang besar, bahkan sungguh bermakna ibarat mutiara yang berharga.

Dalam hal konkret yang sederhana dan sudah kita jalani selama ini sebagai "Gerakan Doa Keseharian dan Gopk Sehari" yang kelihatannya kecil, ternyata punya arti yang sungguh mendalam. Ketika umat beriman semakin meperdalam hidup beriman dalam doa keseharian, bertumbuh dalam persaudaraan sejati melalui kebersamaan di tengah keluarga-lingkungan-masyarakat, hingga akhirnya berbuah dengan pelayanan kasih yang murah hati bagi sesama dengan solidaritas berbagi gopek sehari.

Singkatnya justru melalui hal sederhana inilah telah mewujudkan dengan jelas dan konkret tiga pilar yang dicita-citakan oleh Gereja " IMAN yang mendalam kepada Yesus Kristus, menumbuhkan sikap PERSAUDARAAN SEJATI dalam keluarga-komunitas-lingkungan-masyarakat dan berbuah pada PELAYANAN KASIH bagi sesama dengan semangat berbagi dan merakyat.

Tentu saja akan masih banyak lagi "mutiara-mutiara" kecil lainnya yang dapat kita cari dan temukan dalam refleksi bersama dalam Raka ini. Semoga kita diberi rahmat oleh Allah dalam bimbingan Roh Kudus-Nya untuk dapat membuka hati dan budi sehingga dapat melihat berbagai mutiara kecil yang berharga dari berbagai karya pastoral yang kita jalani, menggosoknya terus agar bersinar sebagai komunitas yang memberi terang dan hidup, karena kehadirannya bermakna bagi sesama di sekitarnya. Amin.

Romo Yosef Natalis Kurnianto - Pastor Paroki PITC

VISI PITC

Paguyuban umat beriman yang mau berbagi dan merakyat.

MISI PITC

Gereja Paroki Ibu Teresa berkehendak kuat untuk mem-bangun paguyuban umat beriman (komunitas basis beriman penuh harapan) dalam ikatanper-persaudaraan sejati murid-murid Kristus, yang dijiwai oleh Roh Kudus, berani berkata 'cukup' kepada godaan duniawi, mempunyai spiritualitas berbagi dan jiwa merakyat (inkarnatoris) sehingga kehadirannya merupa-kan rahmat bagi masyarakat sekitar.

 

Sekretariat Paroki Ibu Teresa - Cikarang :

Jl. Pinus 7 No. 11A, Meadow Green Lippo Cikarang - Bekasi 17550
Telp / Fax : 021-8972982

 

Warta Teresa :
Penasihat : Romo Y.Natalis, Pr
Redaksi : Andreas E.S, Pieter B, Bambang S.W, Caecilia, Fridus RM, Martinus, Steven F
Email Redaksi :
wartaku_teresa@yahoo.com

 

Webmaster :
Antonius Chiang
tonnybun@yahoo.com

 

 

Tema Minggu ini :

"Cinta untuk Rumah-Mu Menghanguskan Aku" (Yoh 2:13-25)

Pemberdayaan Lingkungan di PITC merupakan bentuk konkret dari Strategi Pastoral yang disemangati oleh spiritualitas GEMBALA BAIK dan MURAH HATI di bumi Cikarang.

Kembali Ke Atas

No.425/Thn.VI/11 Maret 2012

 

 

 

 

 

 

MELAYANI SESAMA DENGAN CINTA KASIH & SEMANGAT PERSAUDARAAN SEJATI
Warta Mingguan Umat Paroki Ibu Teresa
Th.B/II-Hari Minggu Prapaskah III